Portal Bangsa SUMENEP — Memperingati Hari Guru Nasional ke-80, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menyampaikan pesan khusus kepada seluruh pendidik di Bumi Sumekar.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.A.P, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen bagi para guru untuk terus membawa pendidikan Sumenep menuju arah yang lebih maju, berkarakter, dan berprestasi.
Dalam keterangannya, Fairusi menyampaikan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai pembentuk karakter dan masa depan generasi.
“Di Hari Guru Nasional ke-80 ini, saya ingin mengajak seluruh guru di Kabupaten Sumenep untuk terus berkomitmen memajukan pendidikan.
Peningkatan kualitas pendidikan hanya dapat terwujud jika guru terus berada di garis terdepan dengan dedikasi yang kuat,” ujarnya.
Fairusi menekankan pentingnya profesionalisme dalam setiap aspek kerja pendidik.
Menurutnya, guru harus mampu menunjukkan integritas, kompetensi, dan konsistensi dalam menjalankan tugas.
“Guru harus bersikap dan bertindak profesional. Mulai dari persiapan pembelajaran, kedisiplinan, interaksi dengan siswa, hingga tanggung jawab moral sebagai pendidik,” tambahnya.
Tidak hanya profesional, guru juga dituntut untuk terus berinovasi, terutama di ruang kelas. Inovasi pembelajaran disebut menjadi kunci untuk mendorong lahirnya siswa-siswa berprestasi di Sumenep.
“Era pendidikan modern menuntut guru untuk kreatif dan adaptif. Inovasi pembelajaran itu wajib, karena hanya dengan cara itulah kita bisa menghadirkan siswa yang unggul dan siap berkompetisi,” tegas Fairusi.
Ia juga mengingatkan bahwa guru adalah figur panutan yang setiap geraknya menjadi teladan bagi siswanya.
“Guru adalah contoh. Maka sikap, tutur kata, dan tindakan harus mampu mencerminkan nilai-nilai yang baik. Keteladanan itu bagian penting dari proses pendidikan,” katanya.
Tidak kalah penting, Fairusi menekankan bahwa moralitas guru harus selalu terjaga. Menurutnya, profesi guru adalah profesi yang melekat selama 24 jam.
“Guru itu profesi 24 jam. Bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah, di masyarakat, dan di lingkungan sosial. Karena itu, moralitas dan akhlak guru harus tetap dijaga,” pesannya.
Di akhir pernyataan, Fairusi menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh guru di Kabupaten Sumenep, sekaligus mengajak mereka untuk senantiasa bangga dengan profesi mulia yang diemban.
“Profesi guru adalah satu-satunya profesi yang mampu melahirkan profesi lainnya. Dokter, insinyur, pejabat, hingga pemimpin lahir dari tangan seorang guru. Maka banggalah menjadi guru. Hidup Guru!” tutupnya.






