Portal Bangsa SUMENEP – Komisi IV DPRD Sumenep mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep segera merealisasikan penyaluran insentif bagi sekitar 5.100 guru non sertifikasi.
Desakan tersebut muncul karena program yang menyangkut kesejahteraan tenaga pendidik itu dinilai tidak boleh terus berlarut hingga mendekati akhir tahun anggaran.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi, meminta Disdik mempercepat seluruh proses administrasi agar insentif yang telah dianggarkan dapat segera diterima para guru, baik yang berada di bawah naungan Disdik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep.
“Insentif ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian para guru non sertifikasi yang selama ini ikut mencerdaskan generasi penerus.
Karena itu, kami meminta Disdik segera merealisasikan penyalurannya agar para guru tidak perlu menunggu terlalu lama,” tegas M. Ramzi.
Menurutnya, guru non sertifikasi memiliki kontribusi besar dalam mendukung proses belajar mengajar di berbagai satuan pendidikan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus memastikan hak-hak mereka dapat dipenuhi tepat waktu.
Komisi IV DPRD, lanjut Ramzi, akan terus mengawal proses penyaluran insentif agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan data penerima yang telah diverifikasi. Ia juga mengingatkan agar seluruh tahapan administrasi diselesaikan tanpa hambatan sehingga target penyaluran dapat tercapai.
“Kami berharap Disdik benar-benar menepati target yang telah disampaikan, yakni penyaluran selesai pada Agustus 2026. Dengan begitu, para guru bisa segera menerima haknya dan tetap termotivasi dalam menjalankan tugas mendidik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep, Muhammad Iksan, memastikan proses penyaluran insentif terus dipercepat.
Pihaknya menargetkan seluruh tahapan administrasi dan pencairan rampung pada Agustus 2026.
“Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru non sertifikasi. Saat ini seluruh proses terus kami percepat agar penyaluran dapat selesai sesuai target,” kata Iksan.
Program insentif tersebut menyasar sekitar 5.100 guru non sertifikasi yang berada di bawah naungan Disdik Sumenep dan Kemenag Sumenep.






