Universitas Annuqayah Mantapkan Diri Sebagai Kampus Hijau: Hutan Kampus Terus Berkembang Berkat Swadaya Alumni dan Simpatisan 

  • Whatsapp

Portal Bangsa GULUK-GULUK — Komitmen Universitas Annuqayah (UA) terhadap pelestarian lingkungan kembali terbukti.

Melanjutkan tradisi panjang Pondok Pesantren Annuqayah sebagai pesantren penyelamat lingkungan yang pernah meraih Penghargaan Kalpataru dari Presiden Soeharto pada 1981 UA kini memperkuat identitasnya sebagai kampus hijau melalui pengembangan Hutan Kampus.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis UA dalam merealisasikan tagline “Kampus Tatakrama Berwawasan Lingkungan”, sebuah konsep pendidikan yang bukan hanya menanamkan etika akademik, tetapi juga membangun kesadaran ekologis bagi seluruh civitas akademika.

Wakil Rektor III Universitas Annuqayah, Dr. Ach. Khatib, M.Pd, menegaskan bahwa pengembangan hutan kampus menjadi prioritas utama tahun 2025.

Ia menyebut, gerakan penghijauan ini langsung disambut hangat oleh para alumni dan simpatisan, yang dengan kesadaran lingkungan turut menyumbangkan berbagai jenis pohon dan tanaman.

“Apa yang dilakukan alumni ini adalah bentuk cinta lingkungan dan kecintaan mereka kepada Annuqayah.

Mereka langsung merespons ketika kami membutuhkan ragam bibit pohon untuk memperkaya hutan kampus,” ujar Dr. Khatib.

Tak hanya pohon perkebunan dan tanaman keras, beberapa alumni juga menyumbangkan hewan khas kepulauan, termasuk rencana penyumbangan ayam hutan dan ayam bekisar untuk memperkuat ekosistem hutan kampus.

Salah satunya datang dari alumni asal Sapeken–Pagerungan, Pak Yunus, yang disebut berperan aktif mendukung program ekologi kampus tersebut.

Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH Muhammad Hosnan, M.Pd, mengingatkan bahwa hutan kampus bukan sekadar ruang hijau, tetapi simbol nyata komitmen UA terhadap pembangunan berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa hutan kampus diresmikan pertama kali pada Desember 2024 oleh Kiai M. Faizi, salah satu Pengasuh Pesantren Annuqayah, dan sejak itu menjadi bagian penting dari tata ruang kampus.

“Tahun lalu kami mulai dengan menanam pohon mahoni.

Tahun ini kami melanjutkan dengan memperkaya jenis pohon dari berbagai sumbangan alumni dan simpatisan. Ini menjadi ikhtiar menjaga kampus tetap asri dan edukatif,” terang Hosnan.

Hingga 20 November 2025, tercatat 12 donatur telah memberikan berbagai jenis pohon, mulai dari polay, ketapang kencana, tabebuya, hingga bambu petung dan bambu kuning. Bahkan ada pula sumbangan pohon klengkeng, alpukat, hingga sekar jambi menjadikan hutan kampus semakin beragam secara ekologis.

Kontribusi mereka bukan hanya menambah jumlah pohon, tetapi juga memperkuat semangat kolektif menjaga warisan ekologis Annuqayah.

Gerakan ini diyakini menjadi model kolaborasi kampus–alumni yang efektif dan inspiratif dalam menciptakan ruang belajar yang ramah lingkungan.

Dengan dukungan alumni, visi ekologis pesantren, serta komitmen pimpinan kampus, Universitas Annuqayah kian kokoh sebagai institusi pendidikan yang mengajarkan ilmu tanpa melupakan bumi tempat ilmu itu ditanamkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *