Portal Bangsa SUMENEP — Momentum peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei dimanfaatkan Anggota DPRD Kabupaten Sumenep sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Holik, untuk menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perlindungan terhadap para pekerja.
Menurutnya, buruh memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah, baik di sektor industri, jasa, maupun usaha kecil dan menengah.
Karena itu, kesejahteraan pekerja harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha.
“Peringatan Hari Buruh bukan hanya seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja.
Dengan begitu, mereka bisa lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk digitalisasi,” ujarnya.
Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat itu menilai tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan persaingan global.
Oleh sebab itu, tenaga kerja lokal dituntut memiliki keterampilan yang memadai agar mampu bersaing dan terus berkembang.
Holik juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menghadirkan pelatihan kerja serta sertifikasi keterampilan bagi para pekerja.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja di Kabupaten Sumenep.
Selain peningkatan kompetensi, ia turut mendorong penguatan regulasi ketenagakerjaan di tingkat daerah agar hak-hak pekerja dapat terlindungi secara maksimal, mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga lingkungan kerja yang aman dan sehat.
“Pemerintah harus hadir memastikan bahwa buruh mendapatkan haknya secara adil. Di sisi lain, pekerja juga perlu meningkatkan disiplin dan etos kerja agar tercipta hubungan industrial yang harmonis,” tambahnya.
Komitmen dan perhatian terhadap kesejahteraan buruh yang disampaikan Holik dinilai menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Ia berharap peringatan Hari Buruh 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, melainkan menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi semua pihak dalam menciptakan iklim kerja yang produktif, harmonis, dan berpihak kepada kesejahteraan pekerja di Kabupaten Sumenep.






