Inovasi Desa Saobi: Hadirkan Rumah Singgah untuk Warga Kepulauan 

  • Whatsapp

Portal Bangsa Sumenep – Pemerintah Desa (Pemdes) Saobi, Kecamatan Kangayan, meresmikan Rumah Singgah bagi warganya yang berasal dari kepulauan. Bertempat di Jalan Semangka Blok Mawar B22, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, fasilitas ini resmi diluncurkan pada Selasa (26/8/2025).

Kepala Desa Saobi, Hosaini, menuturkan rumah singgah ini hadir sebagai solusi nyata bagi warganya yang selama ini kesulitan mencari tempat tinggal sementara saat berada di wilayah daratan. “Kami ingin menghadirkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi warga. Terutama mereka yang datang ke daratan untuk urusan pendidikan, kesehatan, atau administrasi,” ujarnya.

Hosaini menjelaskan, gagasan rumah singgah sudah dirancang sejak akhir 2023, namun baru terealisasi setelah melalui berbagai tahapan. Pemdes juga memilih lokasi strategis, dekat dengan rumah sakit, terminal, dan pasar agar mobilitas warga lebih mudah.

Pendanaan rumah singgah ini tidak hanya bersumber dari APBDes, melainkan juga hasil kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. “Sebagian memang dari APBDes, tapi kami juga libatkan kolaborasi agar program ini berkelanjutan,” tambah Hosaini.

Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi seluruh warga Saobi, termasuk pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh studi di perguruan tinggi di Sumenep.

Hosaini menambahkan, pihaknya berharap fasilitas ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warganya. Dengan adanya rumah singgah ini, warganya yang sakit, keluarga pasien, masyarakat yang mengurus administrasi, hingga para pelajar dan mahasiswa akan jauh lebih terbantu.

“Kami juga berharap seluruh warga bisa menjaga dan merawatnya, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, yang hadir dalam peresmian, memberikan apresiasi tinggi. “Ini terobosan luar biasa. Kepala Desa Saobi menunjukkan kepedulian konkret terhadap warganya. Layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain, terutama di wilayah kepulauan,” ucapnya.

Ia berharap rumah singgah tidak hanya sekadar tempat tinggal sementara, melainkan juga simbol pelayanan desa yang inklusif. “Mudah-mudahan rumah singgah ini membawa manfaat dan berkah bagi seluruh warga Saobi,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *