Bappeda Sumenep Tampil Elegan di MNV 2026, Kenalkan Arah Pembangunan Lewat Sentuhan Budaya Keraton 

  • Whatsapp

Portal Bangsa SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menunjukkan cara berbeda dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Melalui Pameran Pembangunan bertajuk Madura Night Vaganza (MNV) 2026, Bappeda tidak hanya memajang informasi, tetapi juga mengemasnya secara kreatif dengan memadukan perencanaan pembangunan dan identitas budaya lokal.

Berlokasi di GOR A. Yani Pangligur, stand Bappeda tampil dengan ornamen bernuansa Keraton Sumenep, sehingga memberikan kesan khas dan elegan. Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus mempertegas bahwa pembangunan daerah tetap dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.

Beragam informasi strategis pembangunan Kabupaten Sumenep disajikan melalui infografis yang mudah dipahami masyarakat.

Mulai dari visi dan misi daerah, delapan program unggulan 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), e-Stunting, E-SAKIP, hingga program Peti Koin Bermantra.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan keikutsertaan dalam MNV 2026 menjadi momentum penting untuk mendekatkan informasi perencanaan pembangunan kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses perencanaan yang terukur dan bertahap.

“Masyarakat diharapkan dengan memahami proses perencanaan pembangunan dapat mendorong partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumenep,” kata Arif Firmanto kepada Media Center di MNV, GOR A. Yani.

Ia menjelaskan, Bappeda sengaja menghadirkan informasi pembangunan dalam bentuk infografis agar masyarakat dapat melihat secara lebih jelas bagaimana arah pembangunan Kabupaten Sumenep dirancang.

Tak sekadar menampilkan dokumen perencanaan, stand Bappeda juga memperkenalkan delapan program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep 2025–2029 yang menjadi bagian penting dari arah pembangunan daerah.

Delapan program tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, penguatan layanan kesehatan, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan dan desa, pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, penanganan masalah sosial, serta peningkatan infrastruktur dan transportasi menuju wilayah kepulauan.

Kehadiran Bappeda dalam MNV 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa lembaga perencana pembangunan daerah memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan Kabupaten Sumenep berjalan dengan arah dan target yang jelas.

Dengan konsep pameran yang memadukan informasi, inovasi, dan budaya lokal, Bappeda berhasil menjadikan ruang pameran bukan sekadar tempat memajang program pemerintah, tetapi juga sebagai media edukasi publik mengenai bagaimana pembangunan Sumenep direncanakan dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Maka Konsep tersebut menjadi salah satu bentuk keterbukaan kami dalam memperkenalkan proses pembangunan kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang agar masyarakat semakin memahami dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *