Portal Bangsa SUMENEP — Komitmen mendorong transparansi kian diperkuat. Komisi Informasi Kabupaten Sumenep (KI Sumenep) menggandeng Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) untuk menggelorakan semangat keterbukaan informasi publik di lingkungan akademik, Rabu (22/4/2026).
Kolaborasi ini ditandai dengan sosialisasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas literasi keterbukaan informasi, khususnya di kalangan mahasiswa dan civitas akademika.
Divisi Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KI Sumenep, Ahmad Ainol Horri, menegaskan bahwa peran KI tidak hanya berkutat pada penyelesaian sengketa informasi.
Lebih dari itu, KI juga mengemban misi edukatif untuk menanamkan kesadaran publik tentang hak memperoleh informasi.
“KI juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap badan publik dalam menjalankan keterbukaan informasi,” ujarnya.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam memperkuat budaya transparansi.
Kampus, kata dia, menjadi ruang ideal untuk menumbuhkan nilai-nilai keterbukaan sejak dini.
“Kami menggandeng UNIBA agar semangat keterbukaan ini tumbuh dari dunia akademik,” imbuhnya.
Ketua KI Sumenep, Moh Rifai, turut mengapresiasi dukungan kampus dalam mendorong agenda keterbukaan.
Ia berharap sinergi ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut melalui berbagai program edukasi berkelanjutan.
“Kesadaran akan pentingnya keterbukaan informasi harus terus diperluas, terutama di lingkungan akademik,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UNIBA Madura, Rachmad Hidayat, menyambut positif kerja sama tersebut.
Ia menegaskan bahwa kampus siap menjadi mitra strategis dalam menguatkan pemahaman mahasiswa terkait transparansi dan demokrasi.
Sebagai perguruan tinggi yang didirikan oleh Achsanul Qosasi, UNIBA Madura disebut memiliki komitmen kuat dalam membangun literasi hukum di kalangan generasi muda.
“Kami terbuka untuk berbagai kegiatan yang mendorong pemahaman keterbukaan informasi publik. KI Sumenep selalu kami sambut,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri lima komisioner KI Sumenep, yakni Moh Rifai, Winanto, Ahmad Ainol Horri, Hasdani Roi, dan Kamarullah menandai awal kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, transparan, dan melek informasi.






