Anggaran Desa Dipangkas 70 Persen, DPRD Sumenep Dorong Lompatan Kemandirian Finansial Desa

  • Whatsapp

Portal Bangsa SUMENEP — Di tengah kebijakan pemangkasan anggaran transfer pusat hingga 70 persen, Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar, tampil mendorong desa-desa agar bangkit dan mempercepat kemandirian finansial.

Sikap optimistis ini dinilai sebagai langkah visioner dalam membaca tantangan sekaligus peluang pembangunan desa ke depan.

Politisi PAN yang akrab disapa Irul tersebut menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak seharusnya dipandang sebagai kemunduran.

Sebaliknya, kondisi ini justru menjadi momentum strategis untuk mendorong transformasi desa agar lebih inovatif, kreatif, dan berorientasi jangka panjang.

“Jika desa sudah mandiri secara finansial, pembangunan akan lebih berkelanjutan karena tidak sepenuhnya bergantung pada transfer pusat,” ujar Irul kepada wartawan, Senin (9/2/2025).

Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 95 persen anggaran desa di Kabupaten Sumenep masih bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Tingginya ketergantungan tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan strategi konkret dan terukur agar desa mampu berdiri di atas potensi sendiri.

Irul secara konsisten mendorong pemerintah desa untuk menggali potensi lokal secara maksimal.

Ia menilai Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, baik di sektor pertanian, perkebunan, maupun perikanan.

Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, potensi tersebut diyakini mampu menghasilkan nilai tambah yang signifikan.

“Potensi alam harus diolah dengan kreativitas agar memberi nilai tambah.

Dengan begitu, masyarakat menjadi lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada subsidi atau bantuan dari pusat,” tegasnya.

Menurutnya, peran aktif masyarakat desa menjadi kunci utama keberhasilan transformasi ekonomi ini.

Semangat gotong royong dan karakter pekerja keras masyarakat Sumenep diyakini menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun ekonomi desa yang tangguh dan kompetitif.

Komitmen dan dorongan yang disampaikan Khairul Anwar tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata DPRD Sumenep dalam mengawal keberlanjutan pembangunan desa.

Dengan langkah yang terarah dan kolaboratif, desa-desa di Sumenep diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat-pusat ekonomi baru yang mandiri serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *