Portal Bangsa SUMENEP – Kabar menggembirakan datang bagi warga Madura! Setelah sempat vakum, Wings Air akhirnya kembali membuka rute penerbangan reguler Sumenep–Surabaya pulang-pergi (PP) mulai Jumat, 10 Oktober 2025.
Penerbangan perdana yang lepas landas dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Trunojoyo Sumenep berlangsung lancar dan penuh antusias. Suasana haru dan gembira tampak di antara penumpang dan petugas bandara, momen yang menandai kembalinya konektivitas udara di ujung timur Pulau Madura.
Kepala Kantor UPBU Trunojoyo Sumenep, Falehan Hasudungan, menyebutkan bahwa beroperasinya kembali Wings Air merupakan momentum penting bagi kebangkitan transportasi udara di Madura.
“Penerbangan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, mempercepat konektivitas antarwilayah, dan tentu saja berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta pariwisata Sumenep,” ungkap Falehan.
Kini, masyarakat tak perlu lagi menempuh perjalanan darat 5–6 jam untuk menuju Surabaya. Cukup 35 menit terbang, dan Anda sudah sampai di kota tujuan!
Jadwal Penerbangan Wings Air
• Surabaya – Sumenep: 12.00 – 12.35 WIB
• Sumenep – Surabaya: 13.05 – 13.40 WIB
Dengan jadwal tetap setiap hari, rute ini menawarkan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi pebisnis, pegawai dinas, hingga wisatawan yang ingin menikmati pesona Sumenep.
Harga tiket dibanderol mulai dari Rp700.000, sudah termasuk bagasi dan layanan standar maskapai. Pemesanan dapat dilakukan melalui agen perjalanan resmi, aplikasi populer seperti Traveloka dan Tiket.com, atau langsung di situs resmi Wings Air.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut dengan penuh optimisme kembalinya layanan penerbangan tersebut.
“Kami berharap penerbangan Sumenep–Surabaya ini bisa berkelanjutan dan menjadi pintu pembuka kerja sama dengan maskapai lain di masa depan. Konektivitas udara yang lancar tentu akan berdampak besar bagi kemajuan ekonomi, wisata, dan investasi di Sumenep,” tutur Bupati Fauzi.
Menurutnya, keberadaan rute ini bukan sekadar soal transportasi, melainkan simbol kemajuan dan keterbukaan Sumenep terhadap dunia luar. Dengan akses udara yang kembali hidup, potensi wisata bahari, budaya, dan ekonomi kreatif di Madura diyakini akan semakin bergeliat.
“Kini, urusan bisnis, perjalanan dinas, hingga kunjungan wisata ke dan dari Sumenep bisa dilakukan hanya dalam waktu setengah jam terbang,” pungkasnya dengan penuh semangat.






