PWRI Sumenep Konsisten Kawal Isu Strategis, FGD MBG Jadi Ruang Kolaborasi Membangun Program yang Lebih Berkualitas 

  • Whatsapp

Poetal Bangsa SUMENEP – Komitmen DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep dalam mengawal kebijakan publik kembali dibuktikan.

Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, organisasi profesi wartawan tersebut menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai wadah diskusi dan penyampaian gagasan konstruktif terhadap berbagai isu strategis di Kabupaten Sumenep.

Tahun ini, PWRI mengangkat tema “NgomBe (Ngobrol MBG) Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” yang secara khusus membahas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan yang berlangsung di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026), itu menghadirkan unsur pemerintah, legislatif, akademisi, tenaga kesehatan, dan insan pers dalam satu forum dialog terbuka.

FGD dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Setdakab Sumenep, Joko Satrio, yang hadir mewakili Bupati Sumenep.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWRI yang dinilai mampu membangun ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui diskusi yang produktif.

Menurut Joko, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.

Karena itu, pelaksanaannya harus terus diawasi dan dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal.

“Setiap program harus terus diawasi dan dievaluasi agar semakin baik dan mampu mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menilai masa libur sekolah menjadi momentum yang tepat bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, mengingat sementara waktu distribusi makanan dihentikan.

“Forum seperti ini menjadi ikhtiar yang sangat baik untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan,” tambahnya.

Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, mengatakan FGD merupakan agenda tahunan organisasi yang secara konsisten

dilaksanakan selama tiga tahun terakhir. Setiap tahun, tema yang diangkat selalu menyesuaikan dengan isu aktual yang berkembang dan menjadi perhatian masyarakat.

“Tahun ini kami memilih Program Makan Bergizi Gratis karena merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang menjadi perhatian publik,” katanya.

Rusydiyono menegaskan bahwa PWRI tidak hanya menjalankan fungsi organisasi profesi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik.

Melalui diskusi yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, PWRI ingin memastikan setiap persoalan dapat dibahas secara terbuka, objektif, dan menghasilkan solusi yang konstruktif.

“Kami berharap forum ini melahirkan rekomendasi yang konstruktif agar program semakin baik dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, yakni Kepala KPPG Surabaya Kusmayanti, anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Mohamad Iksan, serta Ketua Tim Kerja Gizi Dinas Kesehatan P2KB Sumenep sekaligus anggota Satgas MBG, Ahmaniyah.

Jalannya diskusi dipandu Duta Wicara Jawa Timur 2025, Aliya Zahra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *