Portal Bangsa Sumenep – Gagasan penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar.
Ia menilai, program ini merupakan langkah cerdas dan strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurut Hairul, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi yang berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki peran sosial yang sangat besar dalam memperkuat solidaritas dan kemandirian masyarakat desa.
Dengan pendekatan yang tepat, koperasi dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun ekonomi dari akar rumput.
“Peningkatan ekonomi melalui desa sangat tepat, karena potensi tiap desa berbeda. Koperasi harus menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki desa tersebut,” ujarnya.
Politisi Partai Amanat Nasional itu menunjukkan pandangan visioner dengan menekankan pentingnya pengembangan koperasi berbasis potensi lokal.
Desa dengan kekuatan di sektor pertanian, perikanan, atau perkebunan, menurutnya, harus mengembangkan koperasi sesuai karakteristik masing-masing agar hasilnya lebih optimal.
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah tepat dalam menjadikan koperasi tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat desa. Hairul menegaskan, keberpihakan kebijakan dan dukungan anggaran menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.
“Jika ingin ada perubahan, tentu harus ada kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa cita-cita menyejahterakan rakyat telah menjadi tujuan utama sejak awal berdirinya bangsa.
Oleh karena itu, penguatan koperasi desa seperti KDMP menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan ekonomi di seluruh wilayah.
Dengan optimisme tinggi, Hairul meyakini bahwa jika koperasi dikelola dengan baik di setiap desa, maka pembangunan tidak hanya akan lebih merata, tetapi juga mampu mengangkat taraf hidup masyarakat, khususnya para petani, nelayan, dan pekebun yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
“Sekitar 74 persen penduduk Indonesia bekerja sebagai petani, nelayan, dan pekebun. Maka program koperasi harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi desa,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga menunjukkan perhatian serius terhadap aspek kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional dan transparan.
“Pengelolaan koperasi harus diimbangi dengan kualitas SDM pengurusnya agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.






