Portal Bangsa Sumenep – Puskesmas Gayam terus menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka Tuberkulosis (TB) Paru di wilayah Kecamatan Gayam.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengintensifkan penjaringan suspek TB Paru melalui investigasi kontak, bekerja sama dengan kader TB di seluruh desa.
Kepala Puskesmas Gayam, H. Encung Haryono, S.Kep., Ns, mengatakan bahwa upaya ini melibatkan kader TB di 10 desa untuk memastikan penemuan kasus TB Paru dilakukan secara aktif, cepat, dan tepat sasaran.
“Kami bekerja sama dengan kader TB di masing-masing desa untuk melakukan penjaringan suspek TB Paru, terutama melalui investigasi kontak terhadap keluarga penderita TB positif yang sudah menjalani pengobatan,” jelasnya.
Menurut H. Encung, petugas kesehatan bersama kader terjun langsung ke lapangan untuk melakukan skrining Penyakit Dalam (PD) kepada keluarga pasien TB Paru.
Langkah ini dinilai efektif untuk memutus mata rantai penularan sejak dini.
“Pada saat investigasi kontak, kami langsung melakukan skrining kepada keluarga penderita.
Jika ditemukan gejala yang mengarah ke TB, maka yang bersangkutan segera kami arahkan ke POT Dayak untuk pemeriksaan dahak atau sputum,” terangnya.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan di Puskesmas Gayam dengan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), sebagai metode diagnostik yang akurat dan cepat dalam mendeteksi TB Paru.
“Apabila hasil pemeriksaan TCM menunjukkan positif TB Paru, maka pasien langsung kami lakukan pengobatan TB Paru di Puskesmas Gayam sesuai standar program nasional,” imbuhnya.
H. Encung menegaskan bahwa pendekatan aktif melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dan kader desa ini menjadi kunci keberhasilan dalam pengendalian TB Paru, sekaligus sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang proaktif dan berpihak pada masyarakat.
“Dengan sistem jemput bola seperti ini, kami berharap kasus TB Paru dapat ditemukan lebih cepat, diobati lebih dini, dan penularan dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya.






