Portal Bangsa SUMENEP – Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi Partai Demokrat, Mulyadi, menghadirkan terobosan baru dalam kegiatan resesnya di Daerah Pemilihan (Dapil) 6.
Tidak hanya menyerap aspirasi seperti biasanya, reses kali ini dikemas secara unik dan penuh nilai spiritual melalui tour religi bersama 120 warga Batang-Batang.
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut, para peserta diajak berziarah dan berdoa di empat situs religi bersejarah di Madura, yakni Asta Jokotole, Asta Katandur, Asta Kumuk, dan Asta Tinggi.
Rangkaian perjalanan ini tak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan nilai keagamaan masyarakat.
Mulyadi menyampaikan bahwa konsep reses kali ini sengaja dibuat berbeda untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi masyarakat. “Reses tidak harus selalu di ruang pertemuan.
Dengan tour religi ini, aspirasi bisa tersampaikan, suasana lebih sejuk, masyarakat juga mendapat manfaat spiritualnya,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan seperti ini lebih mudah menjalin kedekatan dengan masyarakat, terutama warga Batang-Batang yang mayoritas memiliki tradisi religius kuat.
Dalam setiap lokasi kunjungan, Mulyadi membuka sesi dialog santai, mendengar keluhan dan harapan warga terkait pembangunan, infrastruktur, pendidikan, hingga persoalan sosial di desa mereka.
Warga yang mengikuti kegiatan ini mengapresiasi inisiatif tersebut.
Selain merasa lebih diperhatikan, mereka menilai konsep reses yang dikolaborasikan dengan wisata religi merupakan bentuk kepedulian sekaligus penghargaan terhadap budaya spiritual masyarakat Madura.
“Bukan hanya jalan-jalan ziarah, tapi kami bisa ngobrol langsung dengan Anggota Dewan tanpa jarak. Ini baru reses yang berbeda,” ungkap salah satu peserta.
Mulyadi berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi anggota dewan lainnya dalam menggagas program reses yang lebih kreatif, edukatif, dan dekat dengan kultur masyarakat.
“Dengan gaya reses yang segar dan inovatif, saya menunjukkan bahwa menyerap aspirasi juga dapat dilakukan dengan cara yang lebih humanis dan penuh kedekatan emosional sebuah langkah baru dalam menjalin relasi antara wakil rakyat dan konstituennya,” pungkasnya.






