MBG di Pragaan Diduga Asal-asalan, SPPG Sumenep Bungkam 

  • Whatsapp

Portal Bangsa SUMENEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik kembali menuai kritik.

Kali ini, pelaksanaan MBG di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, diduga dilakukan secara asal-asalan dan jauh dari konsep bergizi seimbang yang dijanjikan pemerintah.

Sejumlah guru di wilayah Pragaan, terutama di Desa Pragaan Daya, mengeluhkan kualitas menu yang disajikan kepada siswa.

Berdasarkan informasi dan foto yang beredar, paket MBG yang dibagikan hanya berisi mi bihun goreng, tempe kering, telur ceplok, beberapa butir kelengkeng, serta susu kotak rasa stroberi.

“Kalau seperti ini, di mana letak gizinya? Anak-anak butuh makanan yang benar-benar sehat, bukan hanya mengenyangkan,” keluh salah satu guru yang enggan disebut namanya, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, pihak sekolah telah menyampaikan protes kepada penyelenggara MBG di tingkat kecamatan, namun hingga kini belum ada perbaikan maupun tanggapan berarti.

“Kami sudah lapor, tapi tidak ada perubahan. Padahal ini program besar yang menyedot anggaran negara. Mestinya ada pengawasan serius,” tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, menu MBG di sejumlah sekolah di Pragaan Daya tampak monoton dan tidak variatif dari hari ke hari. Beberapa siswa bahkan enggan menghabiskan makanannya karena rasa dan tampilannya kurang menarik.

Guru-guru berharap pemerintah turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di daerah tersebut.

“Kalau tidak dikontrol, program bagus seperti ini hanya akan jadi formalitas. Anak-anak tidak mendapatkan manfaat gizi yang seharusnya,” ujar salah seorang pendidik lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Sumenep, Mohammad Kholilur Rahman, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan asal-asalan dalam pelaksanaan MBG di Kecamatan Pragaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *