Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi: Semangat Pahlawan Harus Hidup Dalam Tindakan, Bukan Sekadar Peringatan 

  • Whatsapp
Mulyadi, SH., MH. Ketua Komisi IV DPRD Sumenep. (foto: Bed Portal Bangsa)

Portal Bangsa SUMENEP – Momentum Hari Pahlawan 10 November 2025 menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menumbuhkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada negeri.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, dari Partai Demokrat, dalam pandangan reflektifnya tentang makna kepahlawanan di era modern.

Menurut Mulyadi, peringatan Hari Pahlawan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemicu kesadaran kolektif untuk berbuat nyata bagi masyarakat.

“Kepahlawanan bukan hanya tentang perjuangan di masa lalu, tetapi tentang keberanian kita hari ini dalam menghadapi tantangan zaman  memperjuangkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai Ketua Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan sosial, Mulyadi menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat keikhlasan dan pengorbanan dalam bekerja melayani rakyat.

“Setiap pejabat publik, setiap guru, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum  semua bisa menjadi pahlawan bila bekerja dengan hati dan ketulusan,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrat itu juga menilai, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan cara-cara yang kreatif dan produktif.

“Anak muda hari ini adalah pahlawan digital, pahlawan inovasi, dan pahlawan kemanusiaan.

Mereka harus berani berkarya, membawa ide baru untuk membangun daerah,” tambahnya.

Mulyadi mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat rasa persatuan dan semangat gotong royong.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya dapat tercapai jika dilakukan dengan kerja sama dan niat yang tulus untuk kemajuan bersama.

“Mari kita lanjutkan semangat para pahlawan dengan langkah nyata  berbuat kebaikan, melayani dengan hati, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *