Kepala Desa Karduluk Ahmad Faruk: Semangat Pahlawan Harus Hidup di Tengah Masyarakat, Bukan Hanya di Buku Sejarah 

  • Whatsapp
Ahmad Faruq. Kepala Desa Karduluk Sumenep. (foto: Bed Portal Bangsa)

Portal Bangsa SUMENEP – Momentum Hari Pahlawan 10 November 2025 menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa perjuangan dan pengorbanan tidak pernah berakhir.

Hal ini disampaikan oleh Achmad Faruk, Kepala Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang menilai bahwa semangat kepahlawanan harus terus hidup di tengah masyarakat melalui tindakan nyata dan gotong royong.

Dalam pandangannya, Faruk menegaskan bahwa pahlawan masa kini bukan lagi mereka yang berjuang di medan perang, melainkan mereka yang berani mengambil peran dan bertanggung jawab untuk memajukan desanya, membantu sesama, dan menjaga nilai kemanusiaan.

“Semangat pahlawan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Di desa, perjuangan itu bukan lagi mengangkat senjata, tapi bagaimana kita menyejahterakan warga, menjaga persaudaraan, dan membangun tanpa pamrih,” ujarnya dengan tegas.

Menurutnya, makna kepahlawanan justru paling terasa di tingkat akar rumput. Di desa, banyak warga yang bekerja keras tanpa sorotan publik, namun jasanya luar biasa bagi lingkungan.

“Petani yang bekerja dari pagi sampai sore untuk memberi makan orang lain, guru yang mengajar anak-anak di pelosok tanpa kenal lelah  mereka semua pahlawan,” tutur Faruk.

Sebagai Kepala Desa, Achmad Faruk juga berkomitmen untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat Karduluk.

Ia percaya bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial adalah warisan paling berharga dari para pahlawan bangsa.

“Kalau masyarakat rukun dan saling bantu, desa pasti maju. Itu semangat pahlawan yang harus kita hidupkan lagi di tengah modernisasi,” tambahnya.

Faruk juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan nilai perjuangan.

Ia berharap anak-anak muda di Karduluk dan seluruh Sumenep bisa menjadi pahlawan dengan cara mereka sendiri  melalui pendidikan, kreativitas, dan kontribusi positif untuk desa.

“Jangan tunggu besar untuk berbuat. Jadilah pahlawan kecil di sekitar kita. Menolong tetangga, menjaga lingkungan, belajar sungguh-sungguh — semua itu bentuk perjuangan,” pesannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *