Portal Bangsa SUMENEP – Komitmen Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mulai menunjukkan hasil.
Evaluasi mutu pelayanan pada Triwulan II 2026 mencatat sejumlah indikator utama berada di atas 90 persen.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa penerapan standar pelayanan medis di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu terus berjalan dengan mengedepankan keselamatan pasien, ketepatan prosedur, serta kualitas pelayanan.
Salah satu capaian yang cukup menonjol yakni kepatuhan terhadap Clinical Pathway yang mencapai 93,28 persen.
Clinical Pathway menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan penanganan pasien dilakukan berdasarkan standar klinis yang telah ditetapkan.
Tak hanya itu, aspek keselamatan pasien juga mencatat angka tinggi.
Upaya pencegahan risiko pasien jatuh mencapai 95,14 persen, menunjukkan perhatian serius rumah sakit terhadap potensi risiko yang dapat terjadi selama pasien menjalani perawatan.
Sementara ketepatan pelaksanaan jadwal operasi tercatat mencapai 92,67 persen.
Tiga indikator tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan mutu di RSUDMA Sumenep tidak hanya berorientasi pada hasil pengobatan, tetapi juga menyentuh aspek penting dalam keselamatan dan pengalaman pasien selama mendapatkan pelayanan.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan dan staf yang terus menjaga konsistensi pelayanan.
Menurutnya, evaluasi mutu bukan sekadar kegiatan administratif untuk mengejar angka capaian.
Evaluasi menjadi instrumen penting untuk mengetahui bagian pelayanan yang sudah berjalan baik sekaligus menemukan ruang yang masih perlu diperbaiki.
“Evaluasi mutu kami lakukan secara berkala sebagai dasar untuk terus melakukan perbaikan.
Target kami bukan sekadar memenuhi indikator, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik, aman, dan profesional,” ujar dr. Erliyati, Senin (17/8/2026).
Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap RSUDMA Sumenep harus dijawab dengan peningkatan kualitas pelayanan secara konsisten.
Karena itu, manajemen rumah sakit terus mendorong terbentuknya budaya kerja yang menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, disertai pelayanan yang ramah, humanis, dan profesional.






