Gunungan Sampah di Jl. Dr. Cipto Sumenep Picu Keluhan, DPRD Desak DLH Bertindak Cepat 

  • Whatsapp

Portal Bangsa SUMENEP — Persoalan sampah di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan.

Kali ini, tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung di bahu Jalan Doktor Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota, yang memicu keluhan warga dan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kantong-kantong plastik berisi sampah berserakan di pinggir jalan.

Bau tidak sedap menyengat tercium kuat, terutama saat siang hari, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.

Selain merusak pemandangan kota, tumpukan sampah tersebut juga memakan sebagian bahu jalan dan berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari.

Rahmat (45), warga setempat, mengaku resah karena sampah tersebut sudah berhari-hari tidak diangkut.

“Sangat menyengat. Ini jalur umum, banyak orang lewat setiap hari. Seharusnya segera diangkut,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Keluhan serupa disampaikan Siti (32), pengendara yang kerap melintas di kawasan tersebut.

Ia menilai kondisi itu tidak hanya mengganggu, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Kalau malam lebih berbahaya. Letaknya dekat badan jalan, khawatir pengendara menghindar lalu kehilangan keseimbangan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep agar segera mengambil langkah cepat dan konkret.

“Seharusnya DLH merespons persoalan ini dengan serius. Jangan sampai dibiarkan berkepanjangan,” tegasnya.

Muhri menilai, tumpukan sampah yang terjadi di pusat kota sudah merugikan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan maupun keselamatan.

Ia juga mengingatkan agar DLH tidak menjadikan keterbatasan personel sebagai alasan lambannya penanganan.

“Jangan berkilah kekurangan personel. Manfaatkan yang ada. Harus responsif dan tanggap,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keterbukaan pejabat publik dalam merespons keluhan masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Pejabat tidak boleh sulit dihubungi. Warga punya hak untuk menyampaikan kritik dan masukan,” tandasnya.

Muhri menegaskan, persoalan sampah kini bukan lagi isu sepele, melainkan sudah menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan cepat dari instansi terkait.

“Sampah sudah menjadi isu nasional. Apalagi ini terjadi di pusat kota, tentu tidak baik dari sisi kebersihan dan estetika,” ucapnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni, serta Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Deddy Surya, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *