Manfaatkan DBHCHT Rp4,9 Miliar, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Genjot Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat 

  • Whatsapp

Portal Bangsa SUMENEP — RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin modern dan berkualitas.

Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025, rumah sakit andalan masyarakat Madura Timur ini mempercepat berbagai program peningkatan sarana dan prasarana layanan kesehatan.

Tahun ini, RSUD dr. H. Moh. Anwar memperoleh alokasi DBHCHT sebesar Rp4,9 miliar, yang sepenuhnya diarahkan untuk pengadaan alat kesehatan mutakhir dan pembangunan gedung penunjang layanan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa dukungan DBHCHT menjadi energi besar dalam upaya rumah sakit meningkatkan pelayanan.

“DBHCHT tahun 2025 sebesar Rp4,9 miliar kami fokuskan untuk pengadaan alat kesehatan dan pembangunan gedung layanan. Ini sangat membantu kami untuk memperluas dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (06/01/2026).

Dalam laporan realisasi, pengadaan alat kesehatan melalui DBHCHT telah mencapai 100 persen.

Salah satunya adalah kursi pelayanan kemoterapi yang akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan pasien yang membutuhkan terapi kanker.

Sementara realisasi fisik pembangunan gedung layanan baru  KJSI (Klinik Jantung & Stroke Islami) serta gedung layanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) kini telah mencapai sekitar 35 persen dan terus dikebut hingga rampung.

“Pengadaan alkes sudah selesai sepenuhnya. Untuk pembangunan gedung layanan KJSI dan KIA masih berjalan dengan progres 35 persen. Dana pembangunan saat ini sedang dalam tahap pengusulan,” jelas dr. Erliyati.

dr. Erliyati menilai bahwa DBHCHT merupakan salah satu instrumen penting dalam transformasi layanan rumah sakit daerah.

Melalui dana tersebut, RSUD bisa menghadirkan fasilitas yang semakin lengkap, modern, dan berdaya saing tinggi.

“Kami sangat bersyukur DBHCHT ini benar-benar membantu peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.

Dampaknya sangat terasa, terutama untuk pelayanan prioritas seperti kemoterapi, ibu dan anak, serta layanan khusus yang membutuhkan sarana representatif,” tegasnya.

Meski alokasi DBHCHT untuk tahun 2026 diproyeksikan menurun menjadi sekitar Rp1,2 miliar, pihak RSUD tetap optimis dapat memaksimalkan dukungan tersebut secara tepat sasaran.

“Kami tetap berterima kasih atas dukungan yang ada. Yang paling penting, setiap rupiah yang diterima harus bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *