Portal Bangsa SUMENEP — Reses anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi NasDem, Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil., Kamis (13/11/2025) malam, menjelma menjadi ruang curahan hati masyarakat kepulauan yang selama ini merasa jauh dari perhatian pemerintah.
Melalui rangkaian reses yang digelar sejak 7 hingga 14 November 2025 di Dapil VII Masalembu, Raas, Gayam, dan NonggunongAhmad Juhairi kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu wakil rakyat yang paling peka terhadap denyut persoalan di wilayah terluar Sumenep.
Dengan mengusung tema “Rakyat Adalah Tuan, Pemerintah Adalah Pelayan,” politisi NasDem itu mendengar langsung lima isu besar yang selama ini membelit kehidupan masyarakat kepulauan.
Respons cepatnya terhadap beragam keluhan pun menuai apresiasi warga yang menyebut Juhairi sebagai “salah satu anggota dewan yang benar-benar hadir untuk kepulauan.”
Keluhan paling kuat muncul dari Masalembu. Warga mendesak percepatan penyelesaian infrastruktur PLN yang tak kunjung tuntas sehingga membuat pulau itu bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan listrik.
“Pemerintah daerah harus mengambil langkah nyata untuk menuntaskan pembangunan PLN di Masalembu. Kebutuhan listrik adalah hak dasar warga,” tegas Ahmad Juhairi, Jumat (14/11/2025).
Sikap vokal Juhairi ini disambut baik warga yang menilai dirinya konsisten mengawal isu energi di kepulauan.
Warga mengeluhkan memanasnya gesekan antara nelayan lokal dan nelayan pendatang, serta maraknya alat tangkap merusak yang mengancam kelestarian laut.
Juhairi menegaskan pentingnya memperkuat pengamanan laut melalui pembangunan Pos Polair dan Poskamladu di beberapa pulau.
“Ini bukan hanya soal keamanan, tetapi menyangkut keberlanjutan sumber daya laut kita,” ujarnya.
Kecurigaan warga terhadap pengelolaan anggaran pembangunan kepulauan kembali mencuat. Mereka meminta audit menyeluruh terkait perencanaan dan penggunaan anggaran.
Juhairi secara tegas membuka diri untuk mengawal desakan tersebut.
“Setiap rupiah yang masuk ke kepulauan harus jelas manfaatnya. Transparansi adalah kunci kepercayaan publik,” katanya.
Warga menilai banyak pegawai pemerintah tidak menjalankan tugas maksimal.
Legislator NasDem itu meminta agar ada evaluasi menyeluruh atas kinerja ASN, terutama yang bertugas di wilayah kepulauan.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan jalan dan pelabuhan yang menjadi urat nadi konektivitas antarpulau.
Salah satu isu yang paling emosional adalah buruknya transportasi laut mulai kapal rusak, jadwal tidak pasti, hingga fasilitas yang tak ramah penumpang.
“Transportasi laut yang aman dan layak bukan kemewahan. Ini kebutuhan dasar warga kepulauan,” tegasnya.
Dalam setiap titik kunjungan, warga menyampaikan rasa terima kasih karena Ahmad Juhairi dianggap satu-satunya wakil rakyat yang konsisten turun langsung, mendengar keluhan, dan menyuarakan kepentingan mereka tanpa basa-basi.






