DPD Tani Merdeka Sumenep Apresiasi Presiden Prabowo: Bukti Nyata Pemerintah Hadir untuk Petani 

  • Whatsapp

Portal Bangsa SUMENEP – Di tengah semangat membangun kedaulatan pangan nasional, DPD Tani Merdeka Kabupaten Sumenep tampil memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kementerian Pertanian RI atas kebijakan strategis menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.

Kebijakan yang mulai berlaku pada 22 Oktober 2025 itu dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan meringankan beban ekonomi para petani di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Madura.

Ketua DPD Tani Merdeka Sumenep, Ahmad Jaelani, menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi momentum penting yang menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap petani kecil.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dan Kementerian Pertanian. Penurunan HET pupuk ini benar-benar terasa manfaatnya bagi petani di lapangan. Biaya produksi jadi lebih ringan, dan semangat petani untuk menanam meningkat,” ujar Ahmad Jaelani di Sumenep, Kamis (23/10/2025).

Sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan kepentingan petani, DPD Tani Merdeka Sumenep menilai kebijakan ini tidak sekadar soal harga pupuk, tetapi merupakan bukti konkret perhatian pemerintah pusat terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani.

“Bagi kami, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar mendengar aspirasi petani. Ini bentuk nyata dari pemerintah yang bekerja untuk rakyat,” tambah Ahmad Jaelani dengan nada optimis.

DPD Tani Merdeka juga menyerukan agar pemerintah daerah turut mengambil peran aktif dalam memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran, tanpa ada hambatan atau permainan harga di tingkat kios.

“Dengan harga pupuk yang kini lebih terjangkau dan pasokan yang terjamin, kami yakin petani Sumenep akan lebih bersemangat mengembangkan lahan, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dalam keputusan terbaru Kementerian Pertanian, harga pupuk bersubsidi diturunkan secara signifikan: Urea: dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram (sekitar Rp90.000 per sak 50 kg), NPK: dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram (sekitar Rp92.000 per sak), ZA: turun menjadi Rp1.360 per kilogram dan Pupuk organik: kini hanya Rp640 per kilogram

Kementerian Pertanian memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu stok nasional, yang saat ini tercatat aman dengan cadangan mencapai lebih dari satu juta ton. Penurunan harga dilakukan melalui efisiensi distribusi dan pengawasan rantai pasok, agar subsidi benar-benar dinikmati oleh petani yang berhak.

Langkah Presiden Prabowo Subianto ini, menurut DPD Tani Merdeka Sumenep, menjadi angin segar bagi dunia pertanian nasional, sekaligus jawaban atas keresahan petani yang selama ini terbebani tingginya harga pupuk.

“Kami di Madura merasakan langsung dampak positifnya. Ini bukan hanya kebijakan populis, tapi kebijakan realistis yang berpihak pada petani. Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pertanian nasional,” tutur Ahmad Jaelani.

DPD Tani Merdeka Sumenep menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus mengawal implementasi kebijakan pupuk bersubsidi di daerah agar sesuai dengan ketentuan HET dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian untuk memastikan kebijakan ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi petani,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *