Portal Bangsa SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Komunitas Muda Madura (KAMURA) yang tengah menggagas terbentuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keberanian generasi muda untuk mengembalikan kejayaan tembakau Madura sekaligus menata ulang tata niaga komoditas strategis tersebut agar lebih berpihak kepada petani.
“Kami sangat mendukung ikhtiar KAMURA. Madura ini tidak kekurangan potensi, yang kita butuhkan adalah roadmap yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika KEK Tembakau ini terwujud, maka petani Madura tidak lagi menjadi objek pasar, tapi subjek yang mengendalikan harga,” tegas Bupati Fauzi saat menerima audiensi KAMURA di Rumah Dinas Bupati Sumenep.
Menurut Bupati Fauzi, konsep KEK Tembakau sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang berbasis potensi unggulan lokal.
Ia menilai inisiatif dari kelompok muda seperti KAMURA menjadi bukti bahwa semangat membangun Madura kini tidak hanya lahir dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat yang memiliki kesadaran intelektual dan sosial tinggi.
“Ini momentum penting bagi generasi muda untuk mengambil peran strategis. Pemerintah tentu siap memberikan dukungan data, kebijakan, dan ruang kolaborasi agar rencana besar ini benar-benar bisa diwujudkan,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, KAMURA memaparkan rencana penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura yang akan diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia.
Langkah ini disebut sebagai ikhtiar ilmiah untuk memperbaiki tata niaga tembakau Madura sekaligus mengembalikan posisinya di level nasional bahkan global.
Peneliti Senior KAMURA, Abdul Hamied, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan riset lapangan selama dua pekan terakhir di empat kabupaten di Madura: Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
“Kami bertemu petani, tengkulak, pemilik pabrik kecil, hingga politisi. Semua informasi ini akan kami integrasikan dalam forum diskusi besar (FGD) untuk merumuskan jalan baru tata niaga tembakau Madura. Ini bukan sekadar gerakan opini, melainkan kerja akademik yang output-nya adalah naskah resmi untuk negara,” jelasnya.
Rangkaian FGD tersebut akan digelar di lima kabupaten/kota, dimulai dari Surabaya sebagai pintu gerbang ekonomi Jawa Timur.
Untuk Kabupaten Sumenep, FGD dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2025, menghadirkan tokoh publik, DPRD, akademisi, pelaku industri, dan kelompok petani tembakau.






