Portal Bangsa SUMENEP – Bank BPRS Bhakti Sumekar kembali mencatat sejarah penting dalam dunia perbankan syariah daerah. Dalam momentum Bazar UMKM dan Pasar Murah Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, Selasa (22/10/2025), BPRS Bhakti Sumekar resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Muamalat Indonesia untuk menghadirkan lompatan besar di bidang layanan digital.
Kerja sama ini menghadirkan dua inovasi monumental: QRIS Virtual Account (VA) dan Debit Co-Branding Visa, yang digadang menjadi yang pertama di Indonesia diterapkan oleh BPRS tingkat daerah.
Langkah ini menegaskan posisi BPRS Bhakti Sumekar bukan hanya sebagai bank daerah, tetapi sebagai trendsetter perbankan syariah modern yang berdaya saing nasional bahkan global.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan transformasi digital sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi umat.
“Kolaborasi dengan Bank Muamalat ini bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan langkah strategis untuk membuka akses transaksi keuangan syariah yang lebih luas, cepat, dan inklusif.
QRIS Virtual Account dan Debit Co-Branding Visa akan menjadi tonggak sejarah baru bagi BPRS di Indonesia,” tegasnya.
Melalui QRIS Virtual Account, nasabah BPRS Bhakti Sumekar dapat menerima pembayaran real-time dari aplikasi digital apapun tanpa harus membuka rekening baru. Teknologi ini memberikan kemudahan penuh kepada masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan warga kepulauan.
Sementara itu, kartu Debit Co-Branding Visa membuka akses transaksi lintas negara, memungkinkan nasabah BPRS bertransaksi di jaringan global tanpa batas.
“Inilah inovasi yang mematahkan stigma bahwa bank daerah terbatas secara teknologi. Kami buktikan bahwa BPRS Bhakti Sumekar mampu menghadirkan layanan kelas dunia dari Sumenep untuk Indonesia,” ujar Fajar penuh optimisme.
Saat ini, BPRS Bhakti Sumekar juga dalam tahap final uji perizinan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Kategori I dari Bank Indonesia, yang akan semakin mengukuhkan posisi bank ini sebagai pusat layanan digital syariah terbesar di wilayah regional.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan apresiasi tinggi atas langkah visioner tersebut.
“Apa yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Sumenep dalam memperluas inklusi keuangan. Digitalisasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan, dan BPRS telah mengambil langkah terdepan,” ujarnya.






